Rabu, 18 Juli 2007

Jumlah Abjad

Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26.

Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak,
dan lagipula ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan.

Oleh karena itu mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut
dan menyesuaikan dengan kata-kata yang kita gunakan.

Pertama-tama, huruf X, kita ganti dengan gabungan huruf K dan S.
Kebetulan hampir tidak ada kata dalam
bahasa Indonesia asli yang
menggunakan huruf ini, kebanyakan
merupakan kata serapan dari bahasa
asing. Misalnya taxi menjadi taksi,
maximal menjadi maksimal, dst.

Selanjutnya, huruf Q kita ganti dengan
KW.

Serupa dengan X, kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit sekali.

Berikutnya, huruf Z. Huruf Z kita ganti
menjadi C.
Tidak ada alasan
kuat tentang hal ini.

Huruf Y diganti dengan I.
Hal ini
dilakukan sebab bunyi huruf tersebut mirip dengan I.

Kemudian huruf F dan V keduania diganti
menjadi P.
Pada lepel ini
masih belum terjadi perubahan iang signipikan.

Hurup W kemudian diganti menjadi hurup
U.
Berarti sampai saat ini kita sudah mengeliminasi 7 hurup.

Hurup iang bisa kita eliminasi lagi
adalah R, mengingat baniak orang
iang kesulitan meniebutkan hurup
tersebut. R kita ganti dengan L.

Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti
menjadi H.

Iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C.

Hulup G juga diganti menjadi K.

Dan hulup J juga diganti menjadi C.

Caia laca cudah cukup untuk hulup-hulup
konconannia.

Cekalank kita kanti hulup pokalnia.

Cuma ada lima hulup pokal, A, I , U, E, O.

Kita akan eliminaci dua hulup pokal.
Hulup I mencadi dua hulup E iaitu
EE.

Cementala hulup U mencadee dua hulup O iaitoo OO.

Cadi, campe cekalank, keeta belhaceel
menkoolangee hooloop-hooloop
keeta. Kalaoo keeta tooleeckan lagee,
hooloop-hooloop eeang telceeca
adalah:

A, B, C, D, E, H, K, L, M, N, O, P, T.

Haneea ada 12 belac hooloop!! Looal
beeaca bookan??

Padahal cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop.

Eenee adalah penemooan eeang cankat penteenk dan cikneepeekan! !

Co, ceelahkan keeleemkan tooleecan anda denkan menkkoonakan dooa belac hooloop telceboot

(Diambil dari email tetangga)

Selasa, 17 Juli 2007

Pati Bumi Mina Tani

Pati, tepatnya Kabupaten Pati, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Pati. Kabupaten ini berbatasan berbatasan dengan Laut Jawa di utara,Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat.

Kabupaten ini terletak kira-kira 75 km dari Semarang, dan bisa ditempuh dengan mobil kira-kira 1,5 -2 jam. Kalau dari Jogjakarta ke Pati, kurang lebih memakan waktu 5 jam, itu belum termasuk macet karena padatnya arus lalu lintas yang didominasi truk-truk besar. Kabupaten Pati merupakan jalur transit yang dilalui oleh banyak alat transportasi darat. Sayangnya jalan yang dilalui terlalu sempit untuk dua jalur sehingga sering terjadi antrian kendaraan yang panjang. Dari Jogjakarta bisa melalui Semarang – Demak – Kudus – Pati.

Ada dua pabrik kacang yang terkenal di Indonesia, yaitu Dua Kelinci dan Garudafood, yang bisa kita temui begitu kita masuk ke jalan utama menuju pusat kota. Kesan yang muncul begitu masuk kota adalah kesan sepi. Maklumlah, selain sebagai kota transit, kabupaten Pati juga dikenal sebagai kota pensiunan. Sebagian besar penduduk yang bermukim di sana adalah orang tua yang sudah pensiun atau pun juga para purnawirawan. Anak-anak muda di sana kebanyakan merantau ke kota lain, itu yang membuat kabupaten Pati menjadi kelihatan sepi, begitu kata seorang teman yang asli Pati.

Kalau malam minggu, di Alun-alun atau disebut juga Simpang Lima yang terletak di pusat kota Pati dijejali oleh para pedagang asongan yang menjual macam-macam barang, dari kaos, topi, jaket, kaos tangan, sampai sisir. Cukup ramai memang. Bisa dibayangkan seperti Simpang Lima di Semarang setiap hari Minggu pagi yang juga dijejali aneka macam barang jualan.

Menurut seorang teman, beberapa tahun lalu kawasan itu sering dipakai anak muda untuk trek-trekkan alias balapan liar sepeda motor. Kawasan itu juga terdapat bangunan kuno khas Cina /Tionghoa, seperti Pecinan di Semarang.

Ada satu makanan khas Pati yang sangat terkenal, namanya Nasi gandul. Sayang sekali, ketika kemarin bertandang ke Pati aku tidak sempat mencicipinya. Tak ada waktu. Menurut informasi, nasi ini diletakkan dalam piring yang dialasi selembar daun pisang, kemudian disiram kuah dengan daging sapi (empal), selain itu ada banyak lauk yang bisa ditambahkan sendiri kalau berminat seperti ayam goreng atau tempe goreng misalnya. Wah..enak sekali kelihatannya..

Pati juga punya slogan yang berbunyi “PATI BUMI MINA TANI”. Maksud slogan itu diharapkan Pati akan menjadi pusat atau sentra perikanan dan pertanian.

Selain melalui jalur Semarang – Demak – Kudus – Pati yang rawan macet karena sempitnya jalan. Jalur ke Pati atau keluar dari Pati ke arah Jogjakarta juga bisa ditempuh melalui jalur Pati – Grobogan – Purwodadi – Solo – Jogjakarta. Jalur ini bisa ditempuh relatif cepat, kurang lebih 3 – 4 jam. Sepanjang perjalanan hampir tak ada hambatan yang berarti seperti kemacetan misalnya. Bagi yang suka pemandangan sawah, hutan, dan bukit kapur, sangat disarankan untuk mengambil jalur ini. Pemandangan itu terhampar di depan mata sepanjang perjalanan, tidak membosankan. Akan tetapi sangat tidak disarankan untuk lewat jalur ini pada malam hari, mengingat harus melalui hutan yang sepi, dan jarang rumah penduduk.

Anda tertarik? Silakan berkunjung ke sana…

Jumat, 06 Juli 2007

Kapan Kawin?

Cukup sering kita mendengar pertanyaan itu tentunya. Di beberapa stasiun televisi bahkan hampir setiap hari menggunakan pertanyaan itu sebagai materi iklan. Tempo hari pertanyaan yang sama ditujukan kepadaku ketika seorang teman lamaku menikah. Sebetulnya apa sih artinya?
  • Dalam Wikipedia Indonesia ditemukan :
Kawin atau perkawinan dari bahasa Parsi bisa berarti:
  1. upacara bersatunya pria dan wanita membentuk satu keluarga, juga disebut perkawinan.
  2. hubungan seksual, bersanggama.
  3. berhubungan kelamin (untuk hewan)

Seringkali kata kawin dibedakan dengan kata nikah. Misalkan dalam kalimat ini: "Kawin sudah, tetapi menikah belum."

  • Dalam A Comprehensive Indonesian-English Dictionary dari Ohio University Press, dituliskan :
Kawin ; (1) to marry, (2) to be married, (3) to copulate, (4) have sexual intercourse
  • Dalam KBBI Balai Pustaka, Edisi Ketiga tahun 2002, dituliskan :
1. Membentuk keluarga dengan lawan jenis (bersuami / beristri).
2. Bersetubuh
Nampaknya kata kawin selalu punya paling tidak 2 arti.
Jadi, kapan kawin?

Kamis, 05 Juli 2007

Dulu dan nanti

Dalam tidurku aku bermimpi ada sebuah dunia baru yang terbentang di hadapanku. Dunia baru yang menjanjikan banyak hal buatku. Segalanya begitu menarik. Seakan-akan mau merayuku untuk berkunjung ke sana. Sekedar meninggalkan dunia lamaku yang kurasakan semakin tidak menarik.
Dunia lamaku cenderung berjalan di tempat. Bagaimana mungkin dia akan sampai ke ujung dunia. Poros yang membujur di tengah dunia itu pun belum lagi dilepas..

Siapakah yang punya hak untuk melepasnya? Aku tak pernah tahu.
Yang jelas, ketika itu aku terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuh.
Rupanya kipas angin kecilku belum bertugas. Selamat bertugas kipas angin, semoga aku bermimpi lagi tentang dunia baru itu..

Waiting for...

Harapkan sebuah kepastian. Itu pekerjaanku beberapa minggu ini. Sebuah pekerjaan yang teramat membosankan dan serba tak menentu. Sebuah kepastian akan datangnya sebuah masa depan baru yang mungkin sedikit lebih cerah daripada masa depanku yang sekarang.

Di sebuah kota besar yang bersandar di bibir pantai utara itu, aku mencoba mengadu nasib. Nasib baru yang mungkin bakalan mengubah jalan hidup. Usaha sudah dilakukan untuk itu, hanya tinggal menunggu sang nasib datang menghampiri untuk sekedar mengucap sebuah harapan atau bahkan yang terburuk memupus harapan itu.

Pada Sebuah Kapal

Nahkoda kapalku masih terlelap dalam mimpinya. Mimpi yang setiap malam selalu munculdalam angannya. Dia selalu tertidur dalam kelelahan di serambi kapalku yang nyaman dan hangat. Angin laut tak berani menyentuhnya. Sementara selama ini aku sudah menambatkan masa depanku di sebuah dermaga kecil yang cukup nyaman untuk berlabuh. Nahkoda kapalku pernah bercerita padaku, dalam mimpinya dia pergi ke tengah lautan dan menemukan sebuah daratan indah yang sangat damai. Semua yang dia inginkan tersedia di sana, termasuk pujaan hatinya yang selama ini terpisah jauh. Dalam mimpi, akhirnya dia menikah dengan pujaan hatinya dan tinggal di daratan itu. Mimpi yang begitu indah, katanya.
Rupanya mimpi memang selalu indah. Nahkoda kapalku masih setia hidup menemaniku sampai hari ini. Kami tinggal di perahuku yang nyaman di bibir sebuah pantai yang menyejukkan. Saking nyamannya, kapalku seakan enggan untuk kembali berlayar mengarungi samudera. Enggan untuk merasakan tiupan angin laut yang segar. Enggan untuk beradu dengan ombak yang menantang. Kapalku terlalu takut jangan-jangan semua itu akan menenggelamkan kapalku dan seisinya.
Bisikan dari utara itu seakan membangunkan nakoda kapalku dari mimpi nyenyaknya. Seakan ada hembusan angin darat memaksa kapalku bergerak ke lautan, tempat angin laut dan ombak berdiam menunggu kedatangan kapalku. Nahkoda kapalu sudah mengarahkan kemudinya ke lepas pantai, tapi ternyata sebagian badan kapalku masih terikat tali jangkar yang mencengkeram erat ekor kapal. Nahkodaku harus berjuang, memutar otak, bagaimana dia bisa angkat sauh dan segera menyambut hempasan ombak liar itu..
Mampukan nahkoda kapalku melakukannya?
Semoga...

Srengenge

Selamat pagi emak, selamat pagi abah, mentari hari ini, begitu indah.......

Tiba-tiba aku ingat lagu itu, di pagi ini, ketika melihat matahari terbit. Satu aktivitas yang cukup langka buatku (lha wong selalu bangun siang, je..). Mentari, menandakan awal dari sebuah kehidupan baru. Setiap hari, selalu terbit mentari baru, menumbuhkan semangat baru, melahirkan kehidupan baru, nuansa baru, yang kata orang selalu lebih baik. "Hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin", begitu kata pepatah. Benarkah?..

Mungkin pepatah itu gak sepenuhnya benar. Tandanya, bagi sebagian makhluk, pepatah itu tak berlaku. Belum genap kenangan tentang musibah pesawat udara & pesawat air itu. Kemarin dulu aku sudah mendengar si burung besi itu tergelincir lagi, dan si pengarung samudera itu harus hangus terpanggang api. Belum lagi sebagian dari kotaku tersapu si puting beliung yang datang tanpa permisi.

Seandainya mentari bisa terbit 2x, mungkin orang bisa mengulang kehidupan lalu, kehidupan yang mungkin lebih baik..
Mungkinkah?......

Bertambah satu

Sujud syukur kepada Sang Empunya Hidup,
atas anugerah kasihnya aku masih diperbolehkan untuk menghirup segarnya udara ini.
Beberapa lembar kehidupan telah terlewati, dengan macam ragam goresan...
lembaran yang lain masih membentang di depan....

Tjakroek

Sebuah tempat nyaman tempat orang desa bercerita, berbagi berita, dari yang bermutu sampai yang lucu. Tanpa batasan, tanpa sekat...Kalau boleh, aku ingin membuat tjakroek buat semua yang ingin berbagi...
Mari berbagi cerita...